Pages

Friday, March 8, 2013

Kekuatan Maaf Kekasih Allah ~Rasulullah S.a.W~

HaSiL BeBeLLaN serikandi_ibtisam at 6:30 AM
PeRasaanMu 


Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal 
dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan 
tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. 
Segalacpersiapan telah dilakukan, senjata sudah disandangnya, 
dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu. 
Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah, 
langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. 

Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat 
gelagat buruk pada penampilannya menghadang.
Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah?
Bukankah engkau seorang musyrik?”
Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, 
“Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”.

Mendengar ucapannya,  Umar terus menyerangnya. Tsumamah
tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu 
mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya 
dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah
mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid Umar segera 
melaporkan kejadian ini pada Rasulullah.

Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud 
membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, 
beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian
berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian 
yang sudah memberinya makan?”.

Para shahabat Rasul yang ada disitu terkejut dengan 
pertanyaan Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah 
Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak
percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah. 
Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang 
anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin
membunuh bukan ingin masuk Islam!”

Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. 
Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, 
dan buka tali pengikat orang itu”. Walaupun berasa hairan,
Umar mematuhi perintah Rasulullah. Setelah memberi
minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, 
“Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah).” 
Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan
mengucapkannya!”. 

Rasulullah memujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain
Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.” Namun Tsumamah tetap 
berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!”
Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan menjadi geram terhadap 
orang yang tak tahu bersyukur itu. Tetapi Rasulullah malah
membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu 
bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum
berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan 
wajah ramah berseri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah 
selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”

Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak 
mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” 
Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika
masih belum kau bebaskan kerana khuatir ada yang menganggap
aku masuk Islam kerana takut kepadamu. Namun setelah engkau 
bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keredhaan 
Allah Robbul Alamin.” 

Pada suatu masa, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku 
memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. 
Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka 
bumi yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.

Sahabat………..
Adakah kita pengikut ajaran beliau?
Tetapi sejauh mana kita mampu memaafkan kesalahan orang? 
Seberapa besar kita mencintai sesama? 
Jika TIDAK jawapan kita, 
kita perlu bertanyakan kembali ikrar kita yang pernah
kita ucapkan sebagai tanda kita pengikut beliau…
sesungguhnya, beliau adalah contoh yang sempurna 
sebagai seorang manusia biasa. 
beliau adalah Nabi terbesar, 
Suami yang sempurna, 
Ayah yang sempurna,
Pemimpin yang sempurna, 
teman dan sahabat yang sempurna,
Jiran yang sempurna. 
dan
Kekasih Allah yang sempurna

Semoga Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada beliau,
junjungan dan teladan kita yang oleh Allah telah diciptakan 
sebagai contoh manusia yang sempurna.
Salam ’alaika ya Rasulullah………
Semoga Bermanfaat….
*glurp*

0 SuRaT CiNta:

Post a Comment

 

AkU PeReMpUaN BiAsA Template by Haidanitazzi Blogger Template | Gadget Review